Minggu, 12 Februari 2012

Cerita Pagiku

Pagi ini langit begitu gelap
Dunia pun menertawaiku karena kepecundanganku
Tapi aku tak peduli
Tetap saja tida kuhiraukan
Telah tegak kupancangkan tubuh ini menantang badai
Tapi kini aku tak tahu
Rasanya tubuh ini terasa sangat lelah
Aku hanya diam
Kebekuan di bibirku aku rasa telah membahasakan semuanya
Kebekuan di bibirku aku rasa telah mengisyaratkan perasaan ini
Aku hanya terdiam
Tak ada satupun yang kulihat di jalan yang pajang ini
Tak ada satupun suara yang kudengar
Dan akhirnya sentuhan dperut kiriku pun menyadarkan akku dari lamunanku
kau pun bertanya "berapa harganya??"
Aku pun masih tak paham apa yang kau tanyakan
Aku baru sadar ternyata lamunanku begitu menyedihkan
Dalam khayalku ini kucobati obati semua luka yang ada
Aku tak pernah tahu apakah ini bisa sembuh atau tidak
Jikapun sembuh kupikir akan lama
Dan pasti akan menimbulkan beka yang nampak jelas
ahhhhhhh..........
Aku memang pecundang
Aku masih berjalan
Perjalanan ini terasa sangat jauh
Jauh sekali..............
Langit masih gelap
Malah semakin gelap
Aku masih diam
Sampai akhirnya sungai kecil mengalir dipipiku kiriku
Tak lama hujan pun ikud turun
Berhenti aku disebuah teras kecil pertokoan
Kutulis puisi kecil ini
Aku masih tak mengerti
Bahkan dunia pun tak mau tahu tentang kesedihanku
Ia turunkan hujan agar tiada yang tahu aku sedang menangis
Sepi......
Sendiri..........
Ntahlah....
Aku masih tak mengerti kenapa semua ini terjadi
Hujan pun semakin deras
Kuputuskan untuk melanjutkan perjalnan yang melelahkan itu
Dindin terasa...
tubuh ini mengigil
Tetesan di pipiku juga kurasakan semakin deras
Timbul tanyaku dalam hati
Apakah langit menunjukan aku mampu menghadapi semua ini
Hingga ia turunkan hujan agar aku tampak kuat dan tegar
Ah mungkin iaa..
Ah ntahlah...
Aku blom siap dan tak akan pernah siap untuk kehilangan dia
Ah ntah lah aku masih tak mengerti
Kuharap semuanya baik
KUharap luka ini cepat sembuh
aggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh............
Aku masih saja berharap
Ntahlah,,,
Aku masih tetap tak mengerti.

(yayan syahfajar)
13 februari 2012

Kamis, 09 Februari 2012

Maaf,aku masih mencintainya sayang

tiba-tiba awan hitam menyelimuti langit sore itu
angin begitu kencang berhembus
menghempas dedaunan serta tubuhku
udara yang begitu dingin
kini mulai menghujam tubuh ini
rintik hujan pun mulai menyapa sang semesta
di kala senja itu

terlintas dalam benakku akan dirimu
"ada apa dengan dirimu?"
tanyaku dalam hati kecilku
dan pertanyaan itu menggiyang dan berkali-kali muncul dalam benakku

"yaaa tuuhaaan....
sesungguhnya apa yang telah terjadi pada dirinya?
mengapa firasat ini begitu merisaukanku?
jaga dia tuhan
jaga dia
aku sangat menyayanginya
jangan biarkan sesuatu menimpanya
tuhan..
jaga dia
ku mohon..."

tak terasa air mataku mengalir begitu saja
seiring derai hujan membasahi bumi dan seluruh tubuhku yang mulai melemah
sekilas bayangnya hadir
dan terdengar sayup-sayup suaranya
dan kau ucapkan kata maaf
maaf untuk selama ini
maaf untuk air mata yang telah terjatuh

firasat itu semakin mencengkram hatiku
dan di saatku menoleh ke arah suara itu
yang tak ku tau dari mana asalnya
namun tetap saja tak ku dapati dirimu

"tuhaaan...
ku mohon jaga dia
aku sayang dia,tuhan"
teriakku di tengah derasnya hujan dan dengan sisa tenagaku yang mulai terkuras
karena dinginnya hujan yang mengguyur tubuh ini

namun ternyata seseorang telah memperhatikanku sedari tadi
tak ku sadari tangannya telah mendekap tubuh ini begitu erat
aku sangatlah terkejut akan hadirnya yang sangat mendadak
dan dia berkata sembari tersenyum kepadaku
"jangan katakan itu lagi,aku cemburu"

ya tuhan
maafkan aku
aku telah mengabaikan satu perasaan
perasaan seseorang yang kini menghiasi hidupku
namun tak dapat ku pungkiri
aku masih menyayanginya
dia yang selalu ada dalam relung hatiku

"maaf,aku masih mencintainya sayang"
ucapku lirih dalam hati

dan semua berakhir begitu saja
seiring waktu yang meninggalkanku dengan luka di hati

24 juli 2011

(citra puji lestari)

Masih Ada Aku

ketika semua cahaya menghilang entah kemana
cahaya cintaku kan selalu menerangimu
ketika semua bintang enggan menemanimu
aku akan selalu hadir menemanimu
ketika mentari enggan menghangatkanmu
kasih sayangku akan menghangatkan harimu
ketika kicauan burung enggan menghiburmu
alunan lagu cintaku kan menghibur hatimu yang lara
ketika dunia tak dapat mengerti dirimu
maka berpalinglah kepadaku
ketika semuanya pergi meninggalkanmu sendiri
tapi masih ada aku yang selalu ada untukmu

(citra puji lestari)

Aku Mulai Lelah

kini aku mulai beputus asa tuk menggapaimu
cahayaku kini mulai meredup
dan perlahan akan menghilang

dan aku pun mulai lelah dengan semua penantianku ini
yang kurasa semuanya hanyalah sia-sia
karna tak ada sedikitpun ku lihat responmu kepadaku
bahkan setelah kau kembali di sini
semakin membuatku merasa semua penantianku selama 2 tahun hanyalah sebuah harapan kosong
belaka

mungkin aku yang terlalu berharap kepadamu
aku lah wanita yang engkau sayang
namun tak ku temui semua itu sampai saat ini
karna kau hanya diam 1000 bahasa
yang membuatku semakin bingung

sekarang apa yang harus aku lakukan?
mengapa aku harus terjebak kembali ke masa itu
dimana aku sangat mencintaimu
dan saat itu pula banyak yang datang tawarkan cinta kepadaku
mengapa engkau diam?
cepat jawab tanyaku

tak inginkah kau mengakhiri semua teka tekimu itu
yang semakin membuatku meragu akan jawabnya

yang aku inginkan hanyalah penjelasan dan kejelasan
aku tak butuh teka tekimu itu
aku butuh jawaban

dan bila memang bukan aku wanita yang kau maksud
bicaralah
jangan hanya diam saja
karna aku juga punya hati
aku juga ingin merasakan kebahagian
walau hanya secuil
aku juga ingin menlanjutkan hidupku
karna hidupku harus tetap berlanjut denganmu atau tanpamu
aku tak mau terlalu lama terjebak dalam dilema cinta
yang hanya semakin membuat hatiku terluka dan berderai air mata
karna tak ada kepastian darimu
dan ternyata semua itu benar,jika aku bukanlah dia
maka aku kan terus mencoba pergi menjauh dari hidupmu
dan kan terus mencoba melupakanmu dari hidup dan hatiku
meski berat ku langkahkan kakiku ini
tuk pergi meninggalkanmu
dan meski butuh waktu yang sangat lama
tuk sembuhkan luka yang telah tergoreskan di hati
aku kan mencoba!

(citra puji lestari)

Kamis, 02 Februari 2012

Cinta Suci

Dulu kau bilang kau cinta padaku
Dulu kau bilang kau sayang padaku
Dan kita berjanji tuk slalu mencintai
Tapi apa daya engkau malah pergi

Sungguh tak kusangka engkau melain hati
Dengan sahabat diriku sendiri
Pedih hatiku disaat ku melihat
Engkau bersama dengan dirinya

Air mataku membasahi wajahku
Karena kekecewaan cinta suciku
Hancur hatiku disaat ku melihat
Engkau bersaman dengan dirinya

Oh tuhan tabahkan hatiku
Berikan aku jalan petunjukmu

(Dedi Irwanto)