Hatiku penuh dengan perasaan
jantungkupun memiliki airmata.
saat kau bertanya:
"siapa pemilik hatimu?" aku hanya bisa diam.
kemudian kau bertanya kembali:
"siapa pemilik jantungmu?"
aku tetap diam
kau kembali bertanya hal yg sama:
"siapa jantung hatimu?"
aku tetap memilih tuk diam.
dengan penuh kecewa kau berkata:
"terbuat dari apa jantungmu? dimana letak hatimu? knapa kau seolah2 tidak mengetahui apa yg aku rasa?"
kau berlalu dengan cepat pergi tanpa memberikan ku waktu untuk menjawab.
Dengan senyum keikhlasan aku katakan :
"hati dan jantungku terbuat dari segumpal darah yang mempunyai perasaan dan airmata letak mereka ada diatas tulang rusukmu dan mengalirkan darahnya keseluruh tubuhmu serta menghangatkan keimananmu"
Dengan tetap tersenyum hatiku pun membisikan telingaku:
"dia tidak sabar menanti jawabmu dia bukan terbaik untukmu"
mendengar kata hatiku jantungku pun berdenyut mengalirkan darahnya dan meneteskan airmata
wahai hati begitu egoiskah tanpa memberi kesempatan jantungku untuk mengalirkan darahnya sampai keujung lidahku?
(Yuniarsih Manggarsari)
jantungkupun memiliki airmata.
saat kau bertanya:
"siapa pemilik hatimu?" aku hanya bisa diam.
kemudian kau bertanya kembali:
"siapa pemilik jantungmu?"
aku tetap diam
kau kembali bertanya hal yg sama:
"siapa jantung hatimu?"
aku tetap memilih tuk diam.
dengan penuh kecewa kau berkata:
"terbuat dari apa jantungmu? dimana letak hatimu? knapa kau seolah2 tidak mengetahui apa yg aku rasa?"
kau berlalu dengan cepat pergi tanpa memberikan ku waktu untuk menjawab.
Dengan senyum keikhlasan aku katakan :
"hati dan jantungku terbuat dari segumpal darah yang mempunyai perasaan dan airmata letak mereka ada diatas tulang rusukmu dan mengalirkan darahnya keseluruh tubuhmu serta menghangatkan keimananmu"
Dengan tetap tersenyum hatiku pun membisikan telingaku:
"dia tidak sabar menanti jawabmu dia bukan terbaik untukmu"
mendengar kata hatiku jantungku pun berdenyut mengalirkan darahnya dan meneteskan airmata
wahai hati begitu egoiskah tanpa memberi kesempatan jantungku untuk mengalirkan darahnya sampai keujung lidahku?
(Yuniarsih Manggarsari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar