Jumat, 27 Januari 2012

Masih Mampu

dengan langkah gontai akku terus berjalan
selangkah demi selangkah
menyusuri lorong luas yang gelap
terus brjalan menantang  haluan badai
teringkuh dalam asa
mendaki bukit terjal kebohongan
mencari sedikit saja kebenaran
mencari sedikit saja kejujuran
tapi sama sekali tak kudapatkan
sampai kapan perjalanan ini akan menemukan tujuannya
sedangkan keadaan mulai tak berpihak
waktu semakin terasa lama berdetik
mendatangkan kebosanan dalam perjalan
penat rasanya..
ingin rasanya berteriak sekencang-kencangnya
menghilangkan sebak dalam dada
tapi akku tetap bertahan
akku mampu
akku masih mampu
dan akan terus mampu
dalam keyakinan akku msih terus berjalan
semua ini pasti akan baik

(yayan syahfajar)

Hadirmu

Dengan senyum
ku obati rasa rindu ini
rasa rindu yang ada karena dirimu

Khayalku terasa begitu indah dengan sosokmu di dalamnya
terlintas bagai pelangi disaat gerimis sore hari
penuh warna, penuh cerita dan penuh romantika
dengan lembayung sebagai latar belakangnya

seiring waktu berlalu
setiap detik, setiap jam dan setiap hari terus tumbuh keyakinan di hatiku bahwa kau yang akan selalu menemaniku
meski terkadang pertengkaran, keegoisan dan air mata mewarnai perjalanan kita
tapi ku anggap itu adalah proses pendewasaan

aku ingin kau menjadi pohon besar yang berdiri kokoh
agar kau dapat melindungiku di saat aku lemah
menemaniku di saat aku butuh
dan menjadi sandaran di saat aku lelah
terus rawat aku dengan kasih sayangmu

(yayan syahfajar)

Minggu, 22 Januari 2012

Berat

tak sedetikpun pernah kubayangkan
ini begitu berat
ini pasti sungguh menyiksa
jika sebrang itu dekat
takkan goyah ku disini
aku takut
aku takut kau pergi
tak terbayangkan rasa rindu yang akan menyiksaku
ribuan hingga berpuluh puluh triliun detik akan menguasai
menguasai akku dalam kerinduan
dalam ketidaksnggupanku tanpa dirimu
semuanya akan tertawa
aku disini
akan sendiri
kumohon.....
baik-baik disana
jangan nakal
ini begitu berat
berat..........

(yayan syahfajar)

Jumat, 20 Januari 2012

Menanti Dalam Harapan

tertatih dalam harapan
menunggu...
menunggu dan hanya menunggu
wktu seakan ikut memiriskan keadaan
waktu seakan menyayatku dalam penantian
sakitt...
kecewa
habis kesabaran dalam harapan
ntah sampai kapan
ntah sampai kapan aku harus mendaki
mendaki harapan tanpa tahu puncaknya
kerikil serta badai tajam terus menghempas
mengombang ambingkan akku yang terlalu berambisi
aku yang terlalu berharap
kini tertinggal sebekas amarah
sebercak namun jelas
tak hilang tak luntur
malah makin nyata terlihat
setetes air mata pun jatuh coba ikut membantu
tapi apalah daya
bahkan hamparan air mata pun tak mampu menghilangkan
apa lagi air mata yang hanya setetes
lagi-lagi aku sendiri
terdiam dan mengobati luka
miriss......
begitu terasa pedih.......

(yayan syahfajar)

Kamis, 19 Januari 2012

Harap

Berdiri menatap  kehampaan
gelap menyapa
bimbang bersinggah
ku lukis asa di dalam harap
menyentuh hati berubah dalam sikap
akku disini
berharap engkau mendengar
takkan lelah menanti akku dalam harapmu.

(yayan syahfajar)

Rasaku

Malam ini, aku melihat namamu tergambar pada pasang surut angin.
Berlabuh dalam ombak yg menenggelamkan ilusi.
Aku, masih saja kau, ataupun dia, tertanam pasir, dalam sesak.

Bersembunyilah kau slalu dlm api kelam..
Aku tau kau merindui nyawa dalam arti namanya.
Walau khayal, tak nyata, tak nyana.
Apa kau tak rasa?
Aku mencumbui tiap jengkal mimpimu..
Tak sadarkah kau?
Aku mencandui tiap nadi merah hatimu ..

Merah seperti darah, bening layaknya air mata..
Aku menyentuhmu, menghilangkan bathinku.
Aku merindumu, menerbangkan nyawaku..
Sakit, sepertinya sempit, gelap dan padam.
Maka aku, ingin melayang, sejauh apa itu udara.
Hingga aku ataupun kulitku, tak segalanya, telah buta oleh auramu..

Aku menyerah.
Pada awan yang menghujaniku dengan derita.
Aku berhenti, oleh sesuatu yg kau sebut cinta..

(http://dhe-ine.blogspot.com/search/label/puisi)

Rabu, 18 Januari 2012

Tetaplah Dalam Bingkaian Senyum

Senyum diwajahmu seakan mengusir semua sesak dalam hati
kemilau renungan kesedihan berlalu tak berbekas
teruslah tersenyum
tetaplah dalam bingkaian senyum penuh keindahan
yang terus terpadu sempurna dengan rona wjahmu
rona wajah penuh keindahan
yang didalamnya terpatri kecantikkan dan pesona tiada akhir
akan hilang semua kesedihan yang menyelimuti hati
saat senyuman terindahmu membangunkan akku
membangunkan dari mimpi buruk penuh kesedihan.

(yayan syahfajar)

Aku Tak Pernah Berpaling

Ketika musim memajang rindunya pada hujan
Ada sebongkah cemas yang tak bisa kuucapkan
Aku hanya ingin memelukmu dari senja hingga subuh tiba
Setapak demi setapak
Kudaki jalan terjal kerisauan
Saat tiba dipersimpangan
Ingin kutanggalkan segala ragu an rasa bosan
Betapa kebimbangan ini menjadi sebuah labirin
Menjadi lingkaran tanpa celah
Tapi catatlah olehmu tentang kepastianku
Akku takkan pernah berpaling darimu

Sabtu, 14 Januari 2012

Masih Akku Yang Tak Dimengerti

mungkin memang tak bisa mengerti
ku terima saja semua yang ada
sudah lelah akku bicara
sudah lelah akku meminta
sudah lelah akku mencoba
sudah lelah akku mengisi
tetap saja akku tidak terlihat olehmu
tetap saja kau tak mengerti
tetap sahabatmu yang pertama
sedih mradang
sedih trus mmengusik
mengikis keyakinan
perlahan namun pasti
terkikis terkikis dan terkikis
menjadi sebuah pasir kepecundangan yang tak bermakna
akku sendiri.......

(yayan syahfajar)

Akku Harap

dalam derap keyakinan kau trus tumbuhkan keraguan
satu demi satu keyakinan mulai menepi
ntah apa yang ada dalam gejolak pikiranmu..
mungkin akku tak lagi berharga
mungkin akku hanya sesseorang yang biasa
tidak lagi penting
tidak lagi berguna.
tapi hati tetap brusaha menerima semua
memasuukan semua kedalam logika dan fikiran
menelaah stiap gerak langkah dan sikapmu
akku harap hati dan fikiran ini akan mampu bertahan sampai nanti
sampai semuanya benar2 baik dan membahgiakan
akku harap..........

(yayan syahfajar)

Jumat, 13 Januari 2012

Aku dan Makna

Aku mengukir garis lengkung di bibirku
Isyaratkan rona2 hati merah muda…
Begitu lembut membelai jantungku..
Seperti ketika kehidupan berikan nyaman di waktuku..
Aku mengukir tanya di benakku..
Isyaratkan pikir yang menuntut kepastian..
Mendesak hebat menyesakkan dadaku
Seperti ketika awan gelap curahkan hujan…
Wahai kau sebuah makna..
Berikan aku setitik terang tuk langkahku…
Ketika ku ingin menggapaimu..
Dan berbisik..aku mencintaimu tanpa syarat

Tegar

Disetiap lapis masa lalu


Dimana angin membatu dan musim tak lagi bergerak


pusaran waktu membuatku terhempas


lalu lepas


dari serpihan detik yang terus mengalun


menuju kehampaan kalbu dan hasrat


yang lantas menjelma menjadi noktah-noktah pucat dirangka langit


Kini,


diujung penantian


tegak kupancang tubuhku menantang badai


dan apapun juga


yang membuat


setiap desah nafasku


luruh bersama asa

Rabu, 11 Januari 2012

Sunyi

senja yang kusam senja yang muram
kaki langit tak berwarna jingga tapi kelabu
sekelabu hatiku yang dirundung rindu. . . .
angin. . . .
sapalah aku candailah hatiku
untuk usir nuansa nan sunyi ini
aku tak mampu lewati
aku tak kuasa lupa dan ikhlaskan
dia. . . . . .
yang kucintai
dia. . . . . .
yang telah pergi

Tiada lagi

Kita tak mampu lagi mengutip pecahan kaca,
yg berserakan itu,
dah terlambat untuk kita jadikan permata,
kerana diantara kita tiada lagi rasa,
segalanya hambar dan hampa,
kita adalah pasangan yg bakal berpisah,
kerana dsetiap pertemuan kita,
dhujung masa masa kita,
membiaskan resah,
pasti detik detik bersama kita akan menjadi kenangan,
sebuah kisah yg panjang,
dan akan tersisa menjadi kisah silam,
andai ada rindu yg menanti,
hembusan itu hanyalah sekilas angin yg lalu,
dan akan terus berlalu,
kerana antara kita tiada lagi cinta,
tiada lagi kasih sayang,
tiada lagi harapan bersama,
tiada lagi mimpi indah,,,

Resah

Dia terlalu indah dan aku pun tak kan pernah rela’
bila resah telah menjadi gundah
hanya sesal selalu ku hafal selalu
untuk mengenang cinta kasihmu’
mungkinkah engkau selalu bertanya
ketika serpihan kisah masa lalu kita
tak mampu bernafas bersama cintamu’
kini akupun sadar diri bilakah ku gapai
dirimu dan itu tak mungkin bisa’
mungkinkah engkau merasa?
namun sayang engkau tak mau tau
dan akupun salah ketika butiran
senja tiada jua meredamkan cinta
yang tak mampu aku sudahi ini’