Sabtu, 19 Mei 2012

Tulus


Kamu pasti telah merasakan
bagaimana rasanya jatuh pada dua hati
sulit sekali memilih mana yang terbaik
dan takut rasanya bila ada yang tersakiti 
ketahuilah,,,
tidak ada manusia yang sempurna
setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing
apa yang dia punya, belum tentu aku punya dan sebaliknya
bila jatuh di dua hati
memang harus ada yang tersakiti
jika kamu tidak mau kehilangan keduanya
aku tak mau kamu meyesal seperti aku
aku tak berharap apa-apa darimu
karena aku menyayangimu dengan setulus hatiku
pergilah dengan dirinya karena aku akan baik-baik saja
bukannya aku tak lagi butuh dirimu
tapi aku tau tak mudah bagimu untuk meninggalkannya begitu saja karena kamu menyayanginya
aku akan menunggumu semampuku
sampai ada orang yang benar-benar  meyakinkanku
seperti dia yang telah meyakinkanmu
semoga bahagia bersamanya
dan semoga dia bukan seperti aku yang hanya bisa membuatmu sakit dan berurai air mata

(Dwi Retno Pratiwi)

Maaf


Maaf..
Aku tau bagaimana perasaanmu saat aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini,,
Hancur, kecewa, sakit hati, luluh lantah, remuk redam..
Tapi jika kita teruskan hubungan ini, aku akan membuatmu jauh lebih sakit dari ini..

Aku terima semua cacian yang kau berikankepadaku,
Karena mungkin semua ini bagian dari konsekuensi keputusan yang telah aku pilih..
Aku pergi bukan karena dia dan bukan untuk dia…
Tapi aku pergi karena tak mau menyakitimu lagi..

Aku tau sampai saat ini kamu belum bisa terima keputusan ini,,
Andai bisa bertukar posisi, akan aku lakukan itu..
Lebih baik aku yang sakit hati daripada aku harus menyakiti 
Dan terus menerus di bayangi perasaan bersalah….
Hanya kata maaf yang mampu terucap dari bibir ini
Atas semua yang telah ku lakukan padamu
Mungkin kata maaf takkkan cukup untuk menebus semua dosa-dosaku padamu..
Dan mungkin kata maaf itu mudah untuk di ucapkan..
Tetapi yang terindah adalah memaafkan..
Aku mengharapkan kebesaran hatimu untuk memaafkan aku..
Aku tau di balik keegoisanmu, kamu itu adalah oramg yang lembut dan brjiwa besar.
Maaf..

(Dwi Retno Pratiwi)

Jumat, 18 Mei 2012

Ah Entahlah


Entahlah…
Aku hanya dapat tertunduk sedih
Terkulai lemah tak berdaya
Tertatih dan akhirnya limbung
Menikmati  semua rasa ini

Aku tak dapat berfikir dengan jernih..
Semakin aku coba menepiskan  rasa ini
Semakin aku terpuruk dan rasanya begitu sakit
Ahhh,, entahlah!!!!
Masih saja kutelusuri semua ini dengan hati dan logikaku
Mencari sedikit saja celah kecil untuk memperbaiki semuanya
Tapi sepertinya tak kudapatkan
Semuanya berantakkan
Kekhilafan yang menyebabkan dirimu pergi
Yang tertinggal kini hanya bongkahan-bongkahan penyeselan
Yang siap membunuhku kapan saja

Aku ingin semuanya kembali
Aku sangat  mencintaimu
tapi....
Ah entahlah!!!

(RHE_FHA)


Dilema


Jika berada di dekatmu, rasanya sakit..
 aku harus terima kenyataan pahit bahwa kau bukan milikku lagi
Jika aku berada jauh darimu, rasanya aku tak sanggup
Karena aku belum terbiasa hidup tanpamu

Aku tak tau harus bagaimana??
Haruskah aku bertahan atau pergi berlari???
Bertahan hancur, berlari apalagi..
Aku benar-benar dilema

Sampai kapan harus terus sepert ini??
Adakah seseorang yang dapat menologku???
Adakah seseorang yang dapat meyakinkan aku??
Adakah seseorang yang lebih baik darimu??
Adakah???

(Dwi Retno Pratiwi)

Kurelakan Kau Pergi


Langit-langit kamarku seakan runtuh
Darahku seakan berhenti mengalir
Hatiku seakan tersayat sembilu
Saat kau katakan bahwa kau tak sendiri lagi

Rasanya aku tak sanggup menerima kenyataan ini
Tapi  kini sudah terlambat
Ketika aku sadar dengan semuanya
Kau telah punya penggantiku

Ini semua memang kesalahanku
Aku telah menyia-nyiakanmu saat kau berada disisiku
Pergilah dengannya walau aku terluka
Mungkin dia yang terbaik bagimu

Sakit??
Sakit sekali..
Perih??
Sangat Perih
Tapi aku harus relakan kau pergi..
Dan berharap keajaiban datang seperti waktu itu

(Dwi Retno Pratiwi)